Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Virus Yakari

Lama tak mengunggah, anak-anak sudah pintar membaca. Sekarang virus yakari sedang merebak di Rumah Cempaka.

Membaca menambah kesempatan berbuat baik.

Yang bisa baca maupun yang belum semuanya sibuk ...

Glendomen, mengeja, fonik ... banyak teori belajar membaca ...

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Fresher than ever.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 1,700 times in 2010. That’s about 4 full 747s.

In 2010, there were 6 new posts, growing the total archive of this blog to 39 posts. There were 12 pictures uploaded, taking up a total of 634kb. That’s about a picture per month.

The busiest day of the year was August 6th with 104 views. The most popular post that day was Matematika Ria.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were facebook.com, google.co.id, mail.yahoo.com, id.wordpress.com, and 74.125.153.132.

Some visitors came searching, mostly for pohon cempaka, sejarah gelanggang samudra ancol, museum geologi bandung, sejarah gelanggang samudra, and seaworld indonesia.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Matematika Ria December 2009
1 comment and 1 Like on WordPress.com,

2

Ke Gelanggang Samudera July 2009
2 comments

3

Ensiklopedia Anak Disney itu Terbit Lagi December 2009

4

Ke Museum Geologi Bandung June 2009
2 comments

5

Ikan Pari Mas itu Telah Pergi … July 2009
5 comments

Kita pernah berjanji untuk mengunggah video Parni semasa hidup. Parni adalah ikan pari sebesar 2 meter yang menjadi ikon Sea World Indonesia selama sembilan tahun! Kini yang tinggal di sana hanyalah awetannya dan tentu saja kenangannya.

Yang belum sempet melihat aksinya semasa hidup, ini ada cuplikannya. Video ini diambil tahun 2008 sekitar bulan Juni.

Video ini berhasil di upload setelah ‘lulus’ mengalahkan kemalasan belajar video editing kecil-kecilan. Thanks to iMovie yang telah membuat ‘momok’ mengedit video lenyap seketika.

Yang belum biasa memutar video via you tube, jika terganggu dengan gambar yang putus-putus, caranya biarkan saja sampai selesai dan setelah itu diputar ulang. Semoga lebih mulus jalannya.***

Gambar Sket ... bagus ... tapi lebih bagus kalau diwarnai ... (sepertinya itu sebuah tuntutan dari kami ...)

Selamat Sore teman-teman. Habis pulang dari Ancol setelah pindah rumah dua hari dua malam di Putri Duyung cottage. Abidin, pastinya. Kalian senang, kami juga bahagia. Kami terus belajar menjadi bahagia yang sepenuh-penuhnya. Kata orang, mendengar tawa anak, itu adalah kebahagiaan tertinggi. Tetapi terus-terang kebahagiaan kami masih dinodai keinginan duniawi … pengen punya ini, punya itu dan seterusnya padahal jelas-jelas ngga bisa dibeli sekarang. Sementara itu  untuk  menghitung kebahagiaan hari ini yang kita peroleh saja susah sekali, apalagi mensyukurinya satu demi satu.

Menengok Parni. Kami bahagia melihat kalian ...

Buktinya blog ini lebih sering kosong daripada update. Kata kami, ngga ada yang ditulis. Atau yang agak nggaya tak ada waktu menulis. Padahal kalau ngaskus bisa berjam-jam.

Itulah potret kami, Nak. Jadi sebenarnya kalau kalian sejauh ini masih bertahan (bahkan bertambah) dengan perbendaharaan “negative behavioral” (dalam ukuran kami) mungkin memang wajar, sewajar-wajarnya. Lawong bapak emaknya saja masih nggembol sekeranjang negative behavioral juga gini.

Kami memang harus belajar banyak dari ibu-ibu guru di TK mu itu. Sangat bisa menuliskan kata positif untuk menggambarkan perilakumu di sekolah hari itu. Misalnya, Ananda Inal hari ini sudah semakin bisa mengendalikan emosinya, mau berbagi dengan temannya. Kedepan harus terus di beri semangat untuk bisa bersosialisasi … bla bla ... Wah. Kami beruntung bisa belajar dengan ibu-ibu guru ini.

Ananda Inal, akhir-akhir ini pintar mengalah jika bertengkar dengan adiknya. Tetapi … (ah kambuh lagi keinginan menulis negatif mengenai Inal ..) Ah, memang ngga mudah melihat sisi positif dari perilaku mu.

Ananda Kinan, semakin pintar bicara suka membaca  … mm … mmm … kenapa yang muncul dikepala kami adalah saat kau memukul, berteriak …. Tuhan, berilah kemampuan berpikir positif!

O ya. Kinan itu suka sekali puzzle. Puzzle 6, 9 dan 12 biji cepat dihafalnya. Ketika kita pulang dari Sea World tadi .. Ananda Kinan (ikut sebutan Bu Guru untuk Kinan dan Inal) menolak topi, kaos dan boneka untuk dapat puzzle ikan bendera …

Tahun lalu ketika main di tempat yang sama, Ananda Inal (kakak Kinan) masih malu-malu kali ini ia berani mengacungkan jari ketika pembawa acara program ngasih makan ikan di Sea Word mengajukan pertanyaan. Meskipun tangannya tak terlihat oleh kakak-kakak itu. Tapi Bapak melihat dengan jelas dari deretan paling belakang.

Seperti kata psikolog sekolah baru Inal, Ananda memang harus dibina terus untuk kematangan sosial … bukan perilaku negatif  … tetapi kedewasaan dan kematangan sosial … semoga kami bisa memahami dunia anak lebih baik.

Kalau Ananda Inal akhir-akhir ini hanya mau menggambar dengan pencil atau spidol atau krayon sat warna tanpa diwarnai penuh, apakah itu juga perilaku negatif yang harus kami ‘luruskan’ dengan keras sehingga bisa berpotensi mematahkan kesukaannya menggambar?

Ah … banyak hal yang bisa dibicarakan dengan baik. Daripada berteriak dan ‘mengarahkan’ … Minum Yakult banyak-banyak … topi basah yang jadi masalah … ngga mau jalan maunya digendong masuk rumah … berebut kursi warna tertentu … makan sambil menonton … berteriak keras menirukan t-rex … tak mau bersalaman dengan tamu … berteriak “berisiiik ..” sambil menutup telinganya saat ditengah keramaian, tak mau segera memakai baju setelah mandi, nangis karena dibangunkan pagi, berbicara keras-keras dan berlarian di masjid saat sholat jamaah, tak mau mandi, menggoda adik hingga berantem fisik, dan seterusnya … semoga tetap ada jalan keluar dengan membicarakannya baik-baik.

Diwarnai tapi belum penuh .... eh ... sudah diwarnai ..bagus .. tinggal diselesaikan kalau sudah tidak capai ...

(Eh … barusan Inal mau mewarnai gambarnya meskipun belum selesai benar. Dan Kinan … mau menyimpan Yakult ketiganya dengan sukarela … yang tadinya mau dia minum. Setelah kita bicarakan baik-baik … )***

Dipucuk Pohon Cempaka

Ini dia pohon cempaka itu.

Kadang Bapak dan Ibu bingung juga mengajari Inal dan Kinan menyanyikan lagu … di pucuk pohon cempaka … atau … cemara … tempat si burung kutilang itu bernyanyi.

Alasannya pohon cempaka itu seperti apa sih? Kesannya pohon cempaka itu kecil seperti tanaman di pot … bagaimana si burng hinggap di situ? Tapi kalau cemara … sepertinya terlalu jauh dengan dunia kita. Cemara kan di dataran tinggi?

Tapi sekarang kita sudah yakin kalau yang benar adalah Pohon Cempaka. Soalnya ternyata pohon ini besar dan rindang … lihat saja fotonya. Pohon ini kita lihat di taman burung Taman Mini

Ternyata nama latinnya Michelia Compaca dan termasuk keluarga Magnoliaceae

Indonesia Indah minggu lalu. Asyiik … bersiul-siul sepanjang hari dengan tak jemu-jemu … mengangguk-angguk sambil berseru trilili .. lili …lililili ..***

Camarasaurus (Scanner Rusak)

Alhamdulillah Inal semakin ‘dewasa’ emosinya lebih terkendali. Bisa mengalah dan positif thinking sering muncul. Kinan juga kelihatan cakap bermain puzzle … prestasi yang membanggakan!Karena puzzle Pooh atau Kuda yang cukup complicated .. dilahapnya dengan cepat! (Kalau ngga Bapak Ibunya, siapa lagi yang bangga prestasi anaknya …)

Gambar Inal juga makin penuh lho. Nanti kata upload deh. Ngga bisa sekarang, karena scanner kita lagi tidak terdetect. Jadi gambar Inal pakai paint-brush dulu … jadi bisa langsung di upload. Oya, Inal juga sudah hampir hafal semua huruf latin. Kata-kata seperti Kuda, Zebra dan Dino sudah dia hafal baca dan tulis.

Gambar Inal kali ini adalah Camarasaurus. Nih dia.

Tahun Baru di Mekarsari

Bukan tahun baru sih sebenarnya. Tepatnya tanggal 31 Desember kemarin, kita diajak Bude Empit ke Taman Impian Anak … kata promosinya … Mekarsari. Inal sebenarnya setengah semangat, karena merasa tidak akan bertemu binatang di sana.

Tetapi dengan bujukan akan bertemu buah lengkeng yang tempo hari ia impi-impikan, akhirnya jadi juga kita menunggu jemputan Mba Syifa dan Mbak Nahra yang selalu bersemangat dan ceria itu.

Setelah rombongan dilengkapi dengan Mba Kalya dan Bude Desy, kita meluncur ke Taman Buah kreasi Bu Tien Suharto itu. Bagaimanapun taman seperti ini memang penting dan menarikuntuk mengenalkan buah-buahan Indonesia pada masyarakat dan junior citizen ini.

Untunglah, didalam ada juga baby zoo yang berisi binatang favorit Inal: kuda. Jadilah jalan-jalan itu ‘berkenan’ di hatinya. Tetapi malam ini, Inal minta lagi datang ke sana dan hanya ke kandang kuda saja, karena Bapak tidak sempat memotret kuda tidur. Sehingga penjelasan Bapak tentang posisi kuda saat tidur tidak ada referensi otentiknya. “Kita ngga usah ke kebun buah, langsung ke kandang kuda saja. Kalau kudanya tidur, langsung dipotret kalau nggak tidur, kita pulang saja,” kata Inal. Hmm, Bapak harus cari jawaban yang tepat nih. Semoga ada pemilik kuda dekat sini sehingga kita bisa melihat kuda saat tidur.

Seberapa penting sih posisi kuda saat tidur? Bagi Inal itu penting karena ia mendapat kenyataan kalau jerapah itu tidurnya berdiri, sementara balon jerapah yang didapat dari Mbah Kakung, posisinya ‘ndelosor.’ Siapa yang harus dipercaya?

Hi hi, lucu ya. Nah di mekarsari (dan mungkin tempat rekreasi yang lain) yang kadang membuat prihatin adalah perilaku membuang sampah sembarangan. Wah sayang ya tempat yang bagus jadi kotor karena botol susu, kantong plastik, kotak minuman instan dan lain-lain. Kinan, yang masih kecil saja tahu lho dimana harus membuang sampah. Lihat saja tuh. Daa …***

Lukisan Bebek & Ayam

Hampir 100% koleksi lukisan inal adalah tentang dinosaurus, mamalia laut, dan wild animal. Jadi adalah surprise saat ada lukisan bebek dan ayam diantaranya. Perkembangan anatomi lukisan binatangnya cukup membanggakan, lho.***

Salah satu buku ensiklopedi anak-anak yang menarik adalah “Disney Ensiklopedia Anak” terbitan Gramedia tahun 2002. Ensiklopedia yang terdiri dari 24 buku hard cover berwarna biru muda itu sangat sulit dicari sebelum tahun ini. Kita dapat buku itu dari “obral buku” Kompas sekitar tahun 2006, itupun hanya 17 buku.

Bulan lalu saat berjalan-jalan di TB Gramedia, eh ternyata buku ini dicetak ulang dengan versi soft cover sehingga harganya turun jadi Rp. 20 ribu saja per buku. Lumayan terjangkau untuk melengkapi koleksi kita.

Buku ini menurut Bapak dan Ibu layak kita koleksi karena isinya yang beragam dari Adat istidat dunia, Teknologi, Reptilia, Mamalia, Komunikasi, Dinosaurus dan lain-lain.***

Matematika Ria

Di sudut Jalan Kecapi Raya ada toko buku bekas dan koran. Sebuah oasis yang menyenangkan diantara bisnis bengkel motor, rental PS, warnet, toko kelontong, cuci kiloan, toko listrik, toko bahan bangunan, pakan burung dan binatang peliharaan, dan lain-lain yang merata dan berulang disepanjang jalan. Pola yang sama dengan jalan-jalan lain di sudut kota yang lain.

Meskipun dominasi koran, tabloid dan majalah sangat kentara di sini, suatu sore saat Bapak pulang kerja dan mampir di tempat ini, ada sebuah buku lapuk yang menarik perhatian. Judulnya Matematika Ria. Sepertinya sesuatu yang menarik. Benar saja, isinya sangat menarik mengenai matematika yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan memberi pengalaman.

Akhirnya buku ini jadi koleksi kita juga. Harga Rp. 15.000,- untuk buku sebagus ini tentu sangat masuk akal. Inal sudah mulai membuka-buka buku ini. Pelajaran pertama yang kamu dapat adalah tambah satu kosa kata, yaitu: matematika! Bagus lah.***

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.