Juli 22, 2009 oleh Amin Tr

Estrik si Kuda Nyentrik

Jeri si Jerapah

Zebi si Zebra
Tiga gambar karya Inal kali ini harus kami sebut “The Master Pieces” bagaimana tidak, kalau gambar ini sudah cukup berbicara dengan goresan yang membanggakan ditambah penamaan yang unik. Sebuah cerminan kerja keras dan kecintaan pada makhluk, kehidupan dan kerja.
Sejajar dengan kemampuan Kinan dalam mengolah kata dalam usahanya mengungkapkan perasaannya ketika gembira melihat Bapak pulang kerja. Sejajar dengan keberanian kalian untuk menekan ego dan mulai belajar berbagi. Monumental. Amazing.
Bapak kenal crayon Guitar Oil Pastel atau Pentel Oil Pastel pertama kali saat berusia 8 atau 9 tahun. Saat itu Bapak mendapat keberuntungan menjadi salah satu dari sekitar 10 siswa terpilih di Kecamatan untuk dimasukkan dalam bimbingan menggambar secara intensif menghadapi lomba tingkat Kabupaten. Adalah Pak Yuriadi yang mengajar kami bagaimana melukis dengan benda yang elok dan ajaib itu. Kalau tak ada program itu, mana mungkin crayon seharga entah 5000 rupiah atau berapa kala itu Bapak punya! Bagus Nak, menggambarlah mumpung kami masih bisa mengupayakan crayon dan usiamu masih jauh dari 8 tahun.***
Ditulis dalam gambarmu | Leave a Comment »
Juli 20, 2009 oleh Amin Tr
Kesayangan dalam hubunganya dengan sebuah buku berasosiasi dengan tingkat kekumalan buku tersebut. Jadi ini kisah tentang buku-buku kumal atau sobek disana-sini, hilang halaman yang terbaik dan seterusnya.

Lagi suka buku dari Tira Pustaka.
Bagi penyayang buku, buku sobek adalah malapetaka besar. Tetapi Kinan yang belum genap 2 tahun, dengan tingkat agresivitas yang lumayan mencengangkan, sepertinya kekumalan dan keporak-porandaan buku-buku yang ‘mahal’ bagi kami itu harus disyukuri dengan melihat dari perspektif yang lain.
“Berarti kau suka buku, Nak.” simpul kami.

Buku Pertama dari Seri terbitan Tira Pustaka.
Kali ini favorit Kinan adalah buku ensiklopedi mini Many Questions Many Answer dari Prima Media, Seri Serangga Kenapa? Karena ada gambar kupu-kupu kesayangannya. Buku terjemahan karya Tony Wolf terbitan kelompok Gramedia Pustaka Utama ini memang atraktif dengan illustrasi yang canggih. Kita saja, yang dewasa belajar banyak dari buku seperti ini.
Buku lain yang sedang favorit adalah seri pertama dari buku terbitan Tira Pustaka, yaitu Tiny Step to English. Buku yang memang untuk anak-aanak seumuran Kinan. Halamannya tebal, tak banyak tulisan, hanya gambar saja yang menonjol. Sebernarnya buku ini adalah bagian dari seri buku yang terdiri dari 78 buah buku yang dirancang untuk usia 0 – 5 tahun. Ceritanya bagus-bagus, sangat Indonesia. Buku lokal dengan cita rasa internasional. Harganya sangat mahal untuk ukuran kami, makanya buku itu kami kredit selama 9 bulan sejak Inal belum lahir.
Ingat perjuangan membeli buku, jadi teringat kala Bapak ingin membaca waktu masih kecil, kakak-kakak Bapak entah dari mana biasa membawa pulang segepok majalah usang entah Bobo, Ananda, hai, Putera Kita atau Gatotkaca (dua terakhir ini hanya terbit di Jogja dan sekitarnya) atau Si Kuncung dari sekolah.
Semoga anak-anak sekarang lebih terfasilitasi untuk menemukan buku bacaan yang bermutu. Titip pesan untuk para penerbit: jangan mempertaruhkan masa depan anak-anak kita dengan mencetak buku yang kontraproduktif dengan misi sebuah buku itu sendiri.***
Ditulis dalam Buku Inal & Kinan | Leave a Comment »
Juli 19, 2009 oleh Amin Tr

Buku dengan plot dan penokohan kreatif untuk mengenalkan doa-doa kepada anak.
Buku doa-doa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas sehari-hari sudah banyak diterbitkan. Tetapi terbitan DAR! Mizan kali ini tampil beda dengan cerita dan penokohan yang inovatif.
Plot cerita dalam buku juga sangat ‘kreatif’ namun sarat pelajaran keseharian. Misalnya dalam kisah Doa Memasuki Bulan Ramadhan, ceritanya mengenai keluarga kuda laut yang tinggal di lembah koral. Ossie si anak kuda laut merajuk ingin makan cacing manis untuk sahur pertamanya. Padahal pasar belum juga buka, apalagi warung. Akhirnya si ikan buntal berhasil menemukan seekor udang yang sedang menikmati cacing manis. Untung ia mau menyerahkan makanannya setelah ditukar dengan sebutir mutiara. Sesampai di rumah, kuda laut kecil itu tak mau memakan cacing manisnya karena sudah membusuk. Akhirnya ia menyantap juga ganggang segar yang sudah disediakan ibu.

Bahasa, ilustrasi dalam dan tata letaknya simpel sehingga enak dibacakan.
Selain plot, penokohan dalam buku ini juga sangat kreatif. Dibagi dalam lima kelompok kisah: Dongeng dari Hutan Pelangi dengan tokoh binatang-binatang hutan, Dongeng dari Negeri Mainan menampilkan para boneka sebagai pelaku kisah, Dongeng dari Desa Tralala dengan karakter anak-anak, Dongeng dari Negeri Peri menceritakan kisah para peri, dan Dongeng Lembah Koral dengan tokoh-tokoh binatang laut.
Buku dengan 50 kisah dan 50 doa ini, tebalnya 120 halaman, ditulis dengan manis oleh Vani Diana dihiasi ilustrasi cantik menarik oleh Faza. Akhirnya, buku Kumpulan Dongeng dan Doa for Muslim Kids ini jadilah sebuah buku pengetahuan agama yang dikemas sangat modern dan populer.
Kami juga bersyukur dan berterimakasih, karena Inal sangat menyukai buku ini. Buku bagus ini bisa mengalahkan buku Dinosaurus yang biasanya menjadi menu utama menjelang mengucap doa: Bismika Allahumma Ahya wa (bismika) amuut. Saran kami: mungkin tokoh peri akan lebih pas jika diganti tokoh yang lebih nyata.***
Ditulis dalam Buku Inal & Kinan | 4 Komentar »
Juli 17, 2009 oleh Amin Tr
Buku dan Inal sepertinya dua hal yang tak pernah lepas setiap harinya. Buku yang lumayan baru itu terbitan DAR! Mizan. Memang buku yang menarik, menggabungkan kisah fabel favorit Inal dengan pelajaran-pelajaran islami.
Inal memang sedang dalam tahap dikenalkan dengan buku-buku islam. (He he .. terlambat ya?) Sebelumnya koleksinya didominasi oleh buku-buku pengetahuan dan tatakrama umum. Meskipun sebenarnya muatannya cukup ‘islami’ menurut kami karena menghargai orang lain, bekerja keras, dan lain-lain juga ajaran islam kan?

Buku ini memang bagus, cocok untuk dibacakan pada anak-anak kita.
Syahdan dua buku dari Dar Mizan itu ternyata cukup membuat Inal jatuh hati. Kami bersyukur. Sampai ada berita menyedihkan itu tentang seorang temannya kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit kurang-lebih sebulan.
Ibu langsung berpikir untuk menghadiahkan buku-buku itu pada Hilma, kawan Inal yang sakit. Persetujuan Inal hampir mustahil. “Buku yang lain saja Bu,” katanya mempertahankan. Tetapi buku yang ini menurut kami yang bakal disenangi Hilma, dan yang pasti masih lumayan baru.
Kami menyerah untuk membujuk Inal. Tapi buku sudah kami bungkus. Apapun buku ini harus diberikan kepada Hilma, penderitaannya melebihi apapun kesayangan kita. Inal harus tahu berbagi dalam suasana seperti itu.
Adalah Bu Ifi, guru Inal di Playgroup. Keahliannya membujuk memang sangat luar biasa sehingga entah bagaimana Inal rela melepaskan dua buku itu. Kami sangat lega.
Selang beberapa hari, kami dapat pesan singkat dari Mama Hilma, katanya buku dari Inal cukup membantu mengisi hari-hari panjang gadis kecil itu di rumah sakit. Alhamdulillah. Semoga penderitaan mu diganti dengan kebaikan oleh Allah, Nak. Semoga Inal bisa belajar lebih banyak untuk tidak menjadi sayang dunia, tetapi senang berbagi.***
Ditulis dalam Buku Inal & Kinan | Leave a Comment »
Juli 11, 2009 oleh Amin Tr

Kinan dan Inal di depan awetan Parni. Miss U so Much!
Inal dan Ibu bertanya entah pada siapa: Eh, dimana ikan pari yang besar itu? Saat itu kita lagi jalan-jalan di Seaworld Indonesia, bulan lalu. Ternyata si ikan memang telah tiada 7 bulan yang lalu setelah menghuni Seaworld Indonesia selama 9 tahun.
Ikan Pari Mas atau disebut juga The Giant Fresh Water Whipray di temukan di Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Didatangkan di Seaworld Indonesia pada 22 Desember 1999 ketika ukuran tubuhnya 200 cm dengan ekor yang sudah terpotong. Parni sejak itu mendapatkan perawatan penuh kasih saying di Seaworld hingga akhir hayatnya tahun 2008 yang lalu.

Parni Semasa Hidupnya.
Kini ikan yang bernama Parni itu diawetkan di salah satu ruangan Seaworld Indonesia. Awetan kering itu benar-benar membekukan peristiwa masa lalu yang ceria di Seaworld. Beruntung kita pernah memotretnya kala sehat, bahkan ada secuil videonya. (Semoga nanti bisa diunggah di sini.)***
Ditulis dalam kisahmu | 1 Komentar »
Juli 11, 2009 oleh Amin Tr

Kinan, Mb Syifa, Mb Kalya, Mb Nahra dan Inal di Gelanggang Samudera Ancol
Inal dan ‘teman-teman’ yang tak lain adalah kakak-kakak sepupunya jalan-jalan di Gelanggang Samudera akhir Juni lalu. Kali ini suasananya jadi semarak karena kita jalan dalam rombongan kecil ini. Ditambah lagi musim liburan sekolah yang mengalirkan anak-anak ke tempat-tempat wisata seperti Gelanggang Samudera. Secara serampangan orang menyebutnya Ancol atau Taman Impian. Padahal di kawasan taman ini banyak lokasi pilihan seperti Seaworld Indonesia, Dunia Fantasi dll. Lebih menyimpang lagi dari yang sesungguhnya bahwa Ancol adalah sebuah nama kawasan yang sarat sejarah masa lalu Jakarta.

Wow, ada kepala orang sebesar ini?
Ancol sebenarnya adalah kawasan yang telah ‘hidup’ sejak abad 17. Memang daerah tepian pantai Laut Jawa ini mewadahi berbagai peristiwa dan kegiatan mulai dari tempat berdagang, tetirah sampai berdirinya benteng pertahanan.
Sejarah Ancol ini ditulis dengan bagus di Blognya Mas Arie Saksono.

Kinan dan Inal
Ditulis dalam kisahmu | Leave a Comment »
Juni 19, 2009 oleh Amin Tr

Inilah makanan 'seronok' khas kampung halaman kami, Nak.
Di Jogja, Solo dan Semarang “cafe” pinggir jalan yang dikenal dengan nama angkringan atau sega-kucing (jw: nasi kucing) atau hik solo seperti ini sudah jadi trade mark, Nak. Makanya kalian harus mencobanya, he he.
Ini ada di jalan Hankam, Raya Pondok Gede. Di Jakarta sekarang ini sudah banyak juga angkringan yang sering disebut juga ‘kafe tiga ceret’ karena setiap unit gerobak nasi kucing selalu didukung oleh perangkat standar: tiga buah ceret besar diatas nyala arang panas. Masing-masing berisi: air panas, jahe panas dan teh panas.

Inilah potret sebagian besar rakyat kita Nak, kita termasuk didalamnya.
Ternyata darah kampungan tetap mengalir di badanmu ya …, nyatanya kalian sepertinya enjoy disini dibanding Starbuck atau Burger King!
Ditulis dalam pelajaran | Leave a Comment »
Juni 17, 2009 oleh Amin Tr
Kadang kalian terlibat pertengkaran seru. Inal dan Kinan bisa membuat kita ’senewen’ kalau lagi berantem.
Tapi kalau tiba saat Mas Inal menenangkan Dik Kinan yang sedang nangis, biasanya muncul lagu andalannya:
Pok ame-ame belalang kupu-kupu
Siang makan nasi kalau malam minum susu
Susu kental manis dicampur kelapa muda
Kinan jangan nangis ditinggal bapak kerja …
Kiniin .. kiniin … (kitik-kitik perut sampai ketawa …)
Ditulis dalam kisahmu | Leave a Comment »
Juni 15, 2009 oleh Amin Tr

Terang 1

Terang 2

Terang 3

Terang 4
Ditulis dalam kisahmu | Leave a Comment »
Juni 15, 2009 oleh Amin Tr

Fosil Ichtyosaurus ada lo ... yang berasal dari Indonesia.
Postingan ini bukan cerita paling baru. Kita jalan-jalan ke Museum Geologi Bandung pada bulan Maret 2009 lalu. Tapi baru sempat upload sekarang ini.
Naik X-trans dari Bekasi, turun di Cihampelas dan naik taksi ke Museum yang penuh dengan fosil dan informasi tentang bebatuan.
Koleksi paling menarik adalah fosil (replika) Tyranosaurus-Rex yang aslinya ditemukan di Amerika dari jaman Kapur Akhir (65 Juta tahun yang lalu).***
Ditulis dalam kisahmu | Leave a Comment »