11 Deadliest snake in the world

11.Diamondback rattle snake

22 Jul 2011, Pennsylvania, USA --- Eastern Diamondback Rattlesnake, Crotalus adamanteus, in controlled situation, Central PA, USA --- Image by © Joe McDonald/Corbis

Ular jenis ini hidup di USA dan sekitarnya ular ini adalah jenis rattlesnake (ular derik) yang terbesar,terpanjang dan yang paling mudah dijumpai di USA. ular ini mempunyai taring yang panjang yang menyuntikan racun mematikan yang membunuh hampir 10-2o manusia dewasa untungnya ular ini tak hidup di indonesia ukuran ular ini sekitar 2,5 meter.

10.king cobra

king cobra

ular ini mungkin adalah ular berbisa terbesar dan paling dikenal didunia. dulu dianggap ular berbisa paling beracun di dunia karena satu gigitan dari ular ini dapat membunuh seekor gajah tapi kenyataannya bisa ular ini lebih lemah dibandingkan ular lainnya rahasia ular king cobra bisanya dapat membunuh gajah adalah ia dapat menyuntikan bisa lebih banyak dibandingkan ular lainnya sekitar 2-3 sendok teh, panjang ular ini mencapai 5 meter..

9.russell’s viper

Russell's Viper
ular ini adalah saingan ular saw scaled viper dan ular fer de lance ketiga jenis ini punya bisa yang hampir sama mematikannya russell’s viper atau chain viper ular berbisa kecil yang sangat mematikan ular ini memakan burung,kodok,tikus dan kadal kecil.ia  mengunakan kulitnya sebagai penyamaran diantara daun dan rumput kering lalu saat mangsa datang ular ini menyambarnya. panjang ular ini 1,5 meter.

bersambung…

Syukur dan Terimakasih si Muka Merah

Kejadian pagi ini benar-benar ‘inspiratif’ sekaligus dramatis. Seperti beberapa pagi yang sudah lewat, jujur, terpaksa harus dijalani dengan tensi yang tinggi. Sebelumnya harus Bapak katakan bahwa ini bukan salah siapa-siapa, tetapi semata-mata kekuranganku dalam melakoni tugas sebagai parent.

Marah. Adalah sesuatu yang aku takutkan semenjak memiliki keluarga. Karena situasi itu yang dulu juga aku takutkan sebagai anak. Tetapi sepertinya kejadian ini harus berulang. Banyak hipotesa yang sudah kami himpun sehingga beberapa kausal kami petakan sebagai pemicu kemarahan-kemarahan kami: Bapak, Ibu, Nal dan Nan. Ya, karena kami semua memiliki waktu-waktu marah. Bahkan Kinan punya terminologi sendiri: “Si Muka Merah” untuk menggambarkan situasi marah.

Sisi optimisnya, kami, terutama Ibu memiliki dua sisi yang luar biasa: serius marah dan serius konsiliasi. Perhatiannya sehebat marahnya. Entah, apa yang di tangkap oleh anak-anak. Sepertinya dua ilmu itu dilahapnya habis dengan nilai cumlaude untuk yang negatif: hebat dalam marah.

Baca lebih lanjut

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Fresher than ever.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 1,700 times in 2010. That’s about 4 full 747s.

In 2010, there were 6 new posts, growing the total archive of this blog to 39 posts. There were 12 pictures uploaded, taking up a total of 634kb. That’s about a picture per month.

The busiest day of the year was August 6th with 104 views. The most popular post that day was Matematika Ria.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were facebook.com, google.co.id, mail.yahoo.com, id.wordpress.com, and 74.125.153.132.

Some visitors came searching, mostly for pohon cempaka, sejarah gelanggang samudra ancol, museum geologi bandung, sejarah gelanggang samudra, and seaworld indonesia.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Matematika Ria December 2009
1 comment and 1 Like on WordPress.com,

2

Ke Gelanggang Samudera July 2009
2 comments

3

Ensiklopedia Anak Disney itu Terbit Lagi December 2009

4

Ke Museum Geologi Bandung June 2009
2 comments

5

Ikan Pari Mas itu Telah Pergi … July 2009
5 comments

Memenuhi Janji “Video Parni”

Kita pernah berjanji untuk mengunggah video Parni semasa hidup. Parni adalah ikan pari sebesar 2 meter yang menjadi ikon Sea World Indonesia selama sembilan tahun! Kini yang tinggal di sana hanyalah awetannya dan tentu saja kenangannya.

Yang belum sempet melihat aksinya semasa hidup, ini ada cuplikannya. Video ini diambil tahun 2008 sekitar bulan Juni.

Video ini berhasil di upload setelah ‘lulus’ mengalahkan kemalasan belajar video editing kecil-kecilan. Thanks to iMovie yang telah membuat ‘momok’ mengedit video lenyap seketika.

Yang belum biasa memutar video via you tube, jika terganggu dengan gambar yang putus-putus, caranya biarkan saja sampai selesai dan setelah itu diputar ulang. Semoga lebih mulus jalannya.***

Berpikir Positif Seperti Guru TK

Gambar Sket ... bagus ... tapi lebih bagus kalau diwarnai ... (sepertinya itu sebuah tuntutan dari kami ...)

Selamat Sore teman-teman. Habis pulang dari Ancol setelah pindah rumah dua hari dua malam di Putri Duyung cottage. Abidin, pastinya. Kalian senang, kami juga bahagia. Kami terus belajar menjadi bahagia yang sepenuh-penuhnya. Kata orang, mendengar tawa anak, itu adalah kebahagiaan tertinggi. Tetapi terus-terang kebahagiaan kami masih dinodai keinginan duniawi … pengen punya ini, punya itu dan seterusnya padahal jelas-jelas ngga bisa dibeli sekarang. Sementara itu  untuk  menghitung kebahagiaan hari ini yang kita peroleh saja susah sekali, apalagi mensyukurinya satu demi satu.

Menengok Parni. Kami bahagia melihat kalian ...

Buktinya blog ini lebih sering kosong daripada update. Kata kami, ngga ada yang ditulis. Atau yang agak nggaya tak ada waktu menulis. Padahal kalau ngaskus bisa berjam-jam.

Itulah potret kami, Nak. Jadi sebenarnya kalau kalian sejauh ini masih bertahan (bahkan bertambah) dengan perbendaharaan “negative behavioral” (dalam ukuran kami) mungkin memang wajar, sewajar-wajarnya. Lawong bapak emaknya saja masih nggembol sekeranjang negative behavioral juga gini.

Kami memang harus belajar banyak dari ibu-ibu guru di TK mu itu. Sangat bisa menuliskan kata positif untuk menggambarkan perilakumu di sekolah hari itu. Misalnya, Ananda Inal hari ini sudah semakin bisa mengendalikan emosinya, mau berbagi dengan temannya. Kedepan harus terus di beri semangat untuk bisa bersosialisasi … bla bla ... Wah. Kami beruntung bisa belajar dengan ibu-ibu guru ini.

Ananda Inal, akhir-akhir ini pintar mengalah jika bertengkar dengan adiknya. Tetapi … (ah kambuh lagi keinginan menulis negatif mengenai Inal ..) Ah, memang ngga mudah melihat sisi positif dari perilaku mu.

Ananda Kinan, semakin pintar bicara suka membaca  … mm … mmm … kenapa yang muncul dikepala kami adalah saat kau memukul, berteriak …. Tuhan, berilah kemampuan berpikir positif!

O ya. Kinan itu suka sekali puzzle. Puzzle 6, 9 dan 12 biji cepat dihafalnya. Ketika kita pulang dari Sea World tadi .. Ananda Kinan (ikut sebutan Bu Guru untuk Kinan dan Inal) menolak topi, kaos dan boneka untuk dapat puzzle ikan bendera …

Tahun lalu ketika main di tempat yang sama, Ananda Inal (kakak Kinan) masih malu-malu kali ini ia berani mengacungkan jari ketika pembawa acara program ngasih makan ikan di Sea Word mengajukan pertanyaan. Meskipun tangannya tak terlihat oleh kakak-kakak itu. Tapi Bapak melihat dengan jelas dari deretan paling belakang.

Seperti kata psikolog sekolah baru Inal, Ananda memang harus dibina terus untuk kematangan sosial … bukan perilaku negatif  … tetapi kedewasaan dan kematangan sosial … semoga kami bisa memahami dunia anak lebih baik.

Kalau Ananda Inal akhir-akhir ini hanya mau menggambar dengan pencil atau spidol atau krayon sat warna tanpa diwarnai penuh, apakah itu juga perilaku negatif yang harus kami ‘luruskan’ dengan keras sehingga bisa berpotensi mematahkan kesukaannya menggambar?

Ah … banyak hal yang bisa dibicarakan dengan baik. Daripada berteriak dan ‘mengarahkan’ … Minum Yakult banyak-banyak … topi basah yang jadi masalah … ngga mau jalan maunya digendong masuk rumah … berebut kursi warna tertentu … makan sambil menonton … berteriak keras menirukan t-rex … tak mau bersalaman dengan tamu … berteriak “berisiiik ..” sambil menutup telinganya saat ditengah keramaian, tak mau segera memakai baju setelah mandi, nangis karena dibangunkan pagi, berbicara keras-keras dan berlarian di masjid saat sholat jamaah, tak mau mandi, menggoda adik hingga berantem fisik, dan seterusnya … semoga tetap ada jalan keluar dengan membicarakannya baik-baik.

Diwarnai tapi belum penuh .... eh ... sudah diwarnai ..bagus .. tinggal diselesaikan kalau sudah tidak capai ...

(Eh … barusan Inal mau mewarnai gambarnya meskipun belum selesai benar. Dan Kinan … mau menyimpan Yakult ketiganya dengan sukarela … yang tadinya mau dia minum. Setelah kita bicarakan baik-baik … )***

Dipucuk Pohon Cempaka

Ini dia pohon cempaka itu.

Kadang Bapak dan Ibu bingung juga mengajari Inal dan Kinan menyanyikan lagu … di pucuk pohon cempaka … atau … cemara … tempat si burung kutilang itu bernyanyi.

Alasannya pohon cempaka itu seperti apa sih? Kesannya pohon cempaka itu kecil seperti tanaman di pot … bagaimana si burng hinggap di situ? Tapi kalau cemara … sepertinya terlalu jauh dengan dunia kita. Cemara kan di dataran tinggi?

Tapi sekarang kita sudah yakin kalau yang benar adalah Pohon Cempaka. Soalnya ternyata pohon ini besar dan rindang … lihat saja fotonya. Pohon ini kita lihat di taman burung Taman Mini

Ternyata nama latinnya Michelia Compaca dan termasuk keluarga Magnoliaceae

Indonesia Indah minggu lalu. Asyiik … bersiul-siul sepanjang hari dengan tak jemu-jemu … mengangguk-angguk sambil berseru trilili .. lili …lililili ..***